Pada Selasa (4/12), Kepala strategi Volkswagen AG Michael Jost mengatakan karyawan perusahaannya saat ini sedang mengerjakan "platform terakhir buat kendaraan yang tidak netral CO2".
"Kami secara bertahap memudarkan mesin pembakaran sampai ke absolut minimum," ucap Jost saat konferensi pers industri di dekat kantor pusat Volkswagen AG di Wolfsburg, Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:VW Incar Nebeng Produksi di Pabrik Ford |
Jost mengatakan generasi terakhir kendaraan bermesin pembakaran dalam akan mulai diluncurkan pada 2026. Prediksinya, kendaraan bermesin pembakaran dalam terakhir bakal dijual pada 2040.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Volkswagen AG telah menyiapkan investasi US$ 50 miliar (sekitar Rp719 triliun) pada 2023 untuk itu serta menjelaskan bakal mengurangi kendaraan diesel dan bensin.
Strategi Volkswagen AG ini dianggap sebagai upaya meredam skandal global manipulasi emisi gas buang kendaraan diesel atau yang diistilahkan dieselgate. Volkswagen AG mengakui melakukan skandal itu pada 2015 yang melibatkan 11 juta unit kendaraan di seluruh dunia saat uji emisi.
Ujung-ujungnya Volkswagen AG melakukan recall terbesar sepanjang sejarah otomotif. Kejadian itu menimbulkan reaksi negatif terhadap mobil diesel dan melukai reputasi industri.
Dieselgate bikin Volkswagen AG harus membayar denda lebih dari 28 miliar euro (Rp456,9 triliun) untuk membeli kembali mobil diesel bermasalah dan kompensasi konsumen. (fea/fea)