Laiknya pengemudi, pewarta yang berperan sebagai asisten sehari ini juga dibekali sebuah ponsel dengan aplikasi Grab khusus driver. CNNIndonesia.com mendapat kesempatan untuk mendampingi pengemudi Grabcar bernama Ricky Chandra.
Setelah mendapat penjelasan tata cara menggunakan aplikasi dan menjadi asisten, perjalanan untuk menerima pesanan penumpang dimulai tepat pukul 12.00 WIB. Beda dengan pesanan biasa, keberadaan asisten hanya dibatasi untuk pengambilan maksimal dua jam setelah serah terima ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak butuh waktu lama ketika berada di zona, tombol di bagian kanan atas memberikan notifikasi penanda ada pesanan masuk. Pesanan diketahui berasal dari seorang perempuan yang meminta diantarkan dari tempat kosnya di daerah Kuningan menuju gedung WTC di Sudirman.
Meski jaraknya tak jauh, namun arus lalu lintas yang padat di kawasan Kuningan membuat perjalanan butuh waktu lebih lama.
Fitur pada aplikasi Grab khusus pengemudi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Fitur pendukung
Sebagai asisten, ada beberapa fitur yang tidak bisa digunakan seperti fitur berkomunikasi langsung dengan penumpang. Padahal saya berencana memberi tahu jika ada saya sebagai penumpang tambahan selama perjalanan. Kendala ini terjadi lantaran tidak ada pulsa yang cukup untuk melakukan panggilan telepon.
Selain telepon dan teks, pengemudi dan asisten bisa memanfaatkan fitur pesan suara pada Grabchat. Fitur chatting tak dipungkiri cukup membantu pengemudi ketika harus fokus mengemudi, alih-alih membalas pesan dari penumpang.
Fitur lainnya terdapat pesan chat otomatis seperti kata 'ok', 'saya akan tiba dalam beberapa menit', dan pesan otomatis lainnya untuk merespons penumpang sembari menunggu dijemput.
"Kalau saya biasanya setelah dapat order tekan dulu 'ok'. Baru abis itu setelah jalanan lengang saya telepon," jelas Ricky kepada CNNIndonesia.com.
Fitur lain yang memudahkan yakni navigasi Google Maps yang terintegrasi dengan aplikasi Grab. Nantinya akan ada tanda panah yang saat ditekan akan menunjukkan ke arah mana lokasi pemesan. Tak dipungkiri aplikasi ini cukup akurat sebagai penunjuk jalan.
Kali ini pesanan datang dari sebuah tempat kos di Karet dengan tujuan ke pusat perbelanjaan di kawasan Kuningan. Tak butuh lama, kami bergegas karena kondisi lalu lintas yang semakin merayap.
Penumpang awam dengan fitur keamanan
Selama perjalanan, CNNIndonesia.com sempat berbincang dengan penumpang terkait fitur khusus penumpang terutama terkait keamanan. Hal itu terliaht dari dua penumpang yang mengaku tidak satu pun mengetahui adanya fitur SOS.
"Saya malah baru tau ada. Saya tahunya yang baru cuma voice note sama bisa kirim gambar saja," ucap salah satu penumpang.
Lebih jauh, ia juga mengatakan kurang sosialisasi dari pihak Grab terkait fitur tersebut. Ia memberikan saran agar lebih efektif, sebaiknya Grab mensosialisasikan penambahan tiga nomor ponsel pada fitur SOS sebagai syarat wajib bagi pengguna. Sehingga jika sewaktu-waktu ada masalah, fitur tersebut bisa langsung digunakan. (ryh/evn)
Fitur pada aplikasi Grab khusus pengemudi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)