Larangan ini berbanding terbalik dengan keputusan pengadilan Brasil yang tetap memperbolehkan Ghosn mengakses properti yang dimilikinya, termasuk salah satu yang berlokasi di Copacabana. Namun, Nissan dalam sebuah pertanyaan mengajukan petisi ke pengadilan untuk membalikkan keputusan.
"Nissan telah bekerja sama dengan pemerintah untuk menginvestigasi kemungkinan adanya upaya penghilangan barang bukti jika ia masih memiliki akses terhadap propertinya," terang juru bicara Nissan seperti dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwenang di Tokyo berencana memperpanjang masa penahanan keduanya sampai maksimal 10 Desember untuk proses penyelidikan atas kasus yang dilakukan pada periode 2015-2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghosn sempat membantah tuduhan yang diarahkan padanya. Ia ditangkap pada Senin (19/11) malam di Bandara Haneda, Tokyo tak lama setelah tiba untuk bertemu dengan Gubernur Tokyo dua hari pascapenangkapan. (evn)