Dilansir dari AFP, Qualcomm mengungkapkan Pengadilan Menengah Rakyat Fuzhou telah mengabulkan permintaan Qualcomm untuk segera menghentikan penjualan iPhone 6S, iPhone 6S Plus, iPhone 7, iPhone 7 Plus, iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X.
Langkah ini menandai babak baru perselisihan yang sudah berjalan lama mengenai paten dan royalti antara dua raksasa teknologi asal California yang bermain di pengadilan dan badan administratif di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Apple kepada AFP menyebut upaya Qualcomm merupakan langkah putus asa perusahaan yang praktik ilegalnya sedang diselidiki oleh regulator di seluruh dunia.
China telah menjadi pasar penting bagi Apple dalam beberapa tahun terakhir sejak China Mobile setuju untuk mulai mendistribusikan smartphone, dan perusahaan telah membuka sejumlah toko ritel Apple di pengadilan.
Lihat juga:Puteri Pendiri Huawei Ditangkap di Kanada |
Laporan kuartalan terbaru Apple menunjukkan China termasuk Taiwan dan Hong Kong mendatangkan US$ 11 miliar atau sekitar 18 persen dari total pendapatannya.
Chief Executive Apple Tim Cook telah melakukan kunjungan rutin ke China, dan telah menggembar-gemborkan terobosan perusahaan di pasar Cina serta manufakturnya di sana.
Qualcomm, pemasok chip terkemuka untuk perangkat seluler, telah lama berkelahi dengan Apple dalam beberapa tahun terakhir.
Apple telah mengklaim bahwa Qualcomm menyalahgunakan kekuatan pasarnya atas chipset mobile tertentu untuk menuntut royalti yang tidak adil. (age/age)