Dilansir dari Venture Beat, K-City adalah 'kota' untuk uji coba teknologi kota pintar terbaru. Inisiasi ini dicetuskan untuk menyaingi Amerika dan Rusia yang terlebih dahulu memiliki fasilitas uji coba teknologi.
Korea Selatan membangun K-City di tanah seluas 320 ribu meter persegi. Korea Selatan menggembor-gemborkan bahwa K-City adalah fasilitas terdedikasi terbesar untuk menguji coba mobil otonom di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keunggulan kendaraan otonom dan mobil yang terhubung berkembang pesat di era 5G, dan komitmen Samsung untuk inovasi kolaboratif di bidang ini lebih kuat dari sebelumnya," kata eksekutif Samsung Jaeho Jeon dalam siaran pers.
Kolaborasi Samsung dan Kotsa tidak hanya 5G, tapi itu akan mencakup 4G LTE, sistem komunikasi kendaraan(V2X), dan infrastruktur perangkat keras terkait.
"Dengan membangun berbagai jaringan telekomunikasi - termasuk 5G, 4G, dan V2X - di satu tempat, K-City akan memberikan pengalaman nyata pengemudian otonom bagi orang dan bisnis di seluruh industri," ujar Direktur Kotsa Byung Yoon Kwon.
Tahun lalu, perusahaan induk Google Alphabet memberikan teaser penampakan Castle pusat tes utama untuk anak perusahaan mobil tanpa pengemudi milik Google, Waymo.
Waymo baru-baru ini meluncurkan layanan mobil otonom komersial pertama di Phoenix. Rusia juga tak mau kalah dalam balapan teknologi ini, Rusia membuka "kota" fokus teknologi yang disebut Innopolis pada tahun 2012, di mana Yandex baru-baru ini memulai tes untuk taksi otonomnya. (jnp/age/age)