Tips Otomotif

Salah Kaprah Ganti 2 Ban Baru dan Disematkan di Depan

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 16/12/2018 11:50 WIB
Salah Kaprah Ganti 2 Ban Baru dan Disematkan di Depan Salah kaprah memposisikan dua ban baru di bagian depan karena dianggap bisa memberikan traksi maksimal. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama ini banyak pemilik mobil salah kaprah memposisikan dua ban baru di bagian depan karena dianggap bisa memberikan traksi maksimal karena kondisi kembang ban masih bagus. Faktanya, anggapan tersebut salah dan memiliki tingkat bahaya cukup tinggi.

Idealnya, jika pemilik kendaraan penumpang hanya mengganti dua ban saja sebaiknya disematkan di bagian belakang.

Pada prateknya, jika harus mengganti dua ban saja dengan alasan menguras isi kantong, dua ban baru tersebut harus ditempatkan di bagian belakang, sementara ban lama di bagian depan.


Alasannya, dalam berkendara ada istilah oversteer dan understeer. Gejala oversteer sering terjadi pada mobil-mobil berpenggerak roda belakang, sementara gejala understeer sering terjadi kepada mobil-mobil berpenggerak roda depan.

Secara teknis gejala understeer akan lebih mudah diatasi oleh pengemudi karena kemudi dipegang oleh pengemudi yang memudahkan mengoreksi kemudi ketika gejala tersebut.

"Dua ban baru yang memiliki grip lebih bagus sebaiknya diposisikan di bagian belakang," kata perwakilan PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal di Bogor, akhir pekan lalu.

Menurut Zulpata, jika mobil terjadi oversteer sulit bagi pengemudi untuk mengembalikan ke kondisi normal. Untuk itu ban bagian belakang membutuhkan grip yang lebih maksimal agar mobil yang hendak masuk dan keluar tikungan bisa lebih baik.

Gejala oversteer dan understeerGejala oversteer dan understeer. (Foto. Dok. GT Radial)
Penggunaan Ban Mobil Berbeda Merek dan Tipe

Setiap ban memiliki kode sendiri dan ini menjadi rujukan ban dirancang untuk penggunaan harian. Selain itu ban juga punya standar Original Equipment Manufacturer (OEM) yang sifatnya tidak bisa dipisahkan penggunaannya.

Zulpata menjelaskan bahwa ETRTO (European Tyre and Rim Technical Organisation) telah merekomendasikan penggunaan ban berbeda merek dan tipe pada setiap kendaraan yang digunakan untuk harian sebaiknya jangan dilakukan dengan alasan keselamatan.

"Penggunaan ban berbeda merek dan tipe sudah jamak dibahas. Dan ini tidak diperbolehkan," ucap Zulpata.

Tapak ban telah didesain secara khusus untuk memberikan traksi lebih maksimal. Jika pemilik kendaraan menggunakan ban tidak sama, bukan tidak mungkin traksi ban depan dan belakang, kiri dan kanan akan tidak maksimal. Ujungnya handling mobil akan terasa aneh, dan potensi bahaya dapat muncul ketika menghadapi kondisi jalan licin. (mik)