Idealnya, jika pemilik kendaraan penumpang hanya mengganti dua ban saja sebaiknya disematkan di bagian belakang.
Pada prateknya, jika harus mengganti dua ban saja dengan alasan menguras isi kantong, dua ban baru tersebut harus ditempatkan di bagian belakang, sementara ban lama di bagian depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zulpata, jika mobil terjadi oversteer sulit bagi pengemudi untuk mengembalikan ke kondisi normal. Untuk itu ban bagian belakang membutuhkan grip yang lebih maksimal agar mobil yang hendak masuk dan keluar tikungan bisa lebih baik.
Gejala oversteer dan understeer. (Foto. Dok. GT Radial) |
Setiap ban memiliki kode sendiri dan ini menjadi rujukan ban dirancang untuk penggunaan harian. Selain itu ban juga punya standar Original Equipment Manufacturer (OEM) yang sifatnya tidak bisa dipisahkan penggunaannya.
Zulpata menjelaskan bahwa ETRTO (European Tyre and Rim Technical Organisation) telah merekomendasikan penggunaan ban berbeda merek dan tipe pada setiap kendaraan yang digunakan untuk harian sebaiknya jangan dilakukan dengan alasan keselamatan.
Lihat juga:Memahami Guna 'Vitamin' Baterai Kendaraan |
Tapak ban telah didesain secara khusus untuk memberikan traksi lebih maksimal. Jika pemilik kendaraan menggunakan ban tidak sama, bukan tidak mungkin traksi ban depan dan belakang, kiri dan kanan akan tidak maksimal. Ujungnya handling mobil akan terasa aneh, dan potensi bahaya dapat muncul ketika menghadapi kondisi jalan licin. (mik)
Gejala oversteer dan understeer. (Foto. Dok. GT Radial)