Pemerintah Prancis merupakan pemilik saham terbesar Renault, yakni sebesar 15 persen, dan punya wakil dua kursi di dewan direksi. Pemerintah Prancis diberitakan sejak 14 Desember mencari kandidat pengganti Ghosn.
"Dia menggelitik semua kotak. Dia tersedia, dia orang industri, ahli di sektor itu, dia sangat dipertimbangkan pemerintah, dan dia punya profil internasional tinggi," ujar sumber menjelaskan Senard.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah ditangkap otoritas Jepang pada 19 November lalu karena dakwaan pelanggaran pelaporan jumlah pendapatan, Renault mengumumkan Thierry Bollore sebagai duty CEO Renault untuk memastikan aktivitas manajemen Renault sehari-hari. Ghosn, yang diangkat menjadi CEO dan Chairman Renault pada 2009, tidak bisa menjalankan tugasnya selama masa penahanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghosn sudah ditahan selama tiga pekan sejak ditangkap pada 19 November karena dakwaan kurang melaporkan pendapatannya sebesar US$44 juta (Rp637 miliar) antara 2010 - 2015. Kemudian penahanannya ditambah 10 hari karena dakwaaan kedua yakni kurang melaporkan pendapatan sebesar US$38 juta (Rp550 miliar) antara 2015 - 2017. (fea/mik)