Kabut adalah uap air yang mengambang di atas permukaan tanah, lalu berkondensasi hingga menjadi mirip awan. Mengemudi mengandalkan lampu utama atau lampu jauh dalam kondisi itu bisa jadi pengalaman berbahaya pasalnya kabut punya efek memantulkan cahaya hingga mengurangi visibilitas.
Lihat juga:Salah Kaprah Penggunaan Lampu 'Hazard' |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarak pencahayaan lampu kabut memang tidak sejauh lampu utama, meski begitu lampu kabut mampu menyinari permukaan jalan hingga cukup membantu pengemudi berkendara. Sebab sinar lampu kabut tidak terefleksikan kabut seperti cahaya lampu utama, fungsinya juga membantu pengemudi lain menyadari keberadaan mobil kita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asumsi awal lampu kabut dianggap harus berwarna kuning, namun sebenarnya tidak perlu seperti itu. Sains di belakang lampu kabut kuning karena warna ini punya jarak pencahayaan lebih jauh dari warna biru atau putih.
Teorinya semakin jauh jarak pencahayaan maka mampu menembus atmosfer tebal atau bahkan air. Studi tentang lampu kabut menyatakan kemampuan tidak ditentukan dari warna melainkan posisi dan sudut pencahayaan. (ryh/fea)