KALEIDOSKOP 2018

Rentetan Peristiwa Sains Penting di 2018

ANTARA, CNN Indonesia | Rabu, 26/12/2018 13:43 WIB
Rentetan Peristiwa Sains Penting di 2018 Fenomena super-blue-blood-moon di India akhir Januari 2018. (Foto: REUTERS/Danish Siddiqui)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepanjang tahun 2018 serangkaian peristiwa sains hingga fenomena yang menerangi langit. Di tahun ini, sains di seluruh dunia juga berduka usai kabar meninggalnya Stephen Hawking pada Maret silam.

CNNIndonesia.com merangkum serangkaian peristiwa di bidang sains yang paling penting sepanjang 2018.

Super-blood-blue-moon
Gerhana bulan biru-merah-total termasuk tak lazim karena terjadi ketika seluruh piringan bulan purnama melintasi bayangan utama Bumi. Dikatakan purnama biru karena merupakan purnama kedua dalam sebulan atau pada 2 Januari 2018.


Gerhana bulan total semacam in langka karena terakhir terjadi pada 1866 atau 151 tahun lalu. Jarak Bumi dan Bulan saat super-blue-blood-mooon diperkirakan berada di posisi terdekat atau perige sekitar 360 ribu kilometer.

Stephen Hawking Tutup Usia
Ahli fisika dan kosmologi Stephen Hawking dikabarkan meninggal dunia di usia 76 tahun pada 14 Maret silam. Hawking berjuang melawan penyakit Leo Gehrig yang dideritanya sejak 1963.

Pencapaian terbesarnya pada 1983 berupa penemuan konsep mekanika kuantum yang menyebut Bumi tak berujung dengan berlandaskan teori gravitasi Albert Einstein. Di tahun 2009, Hawking mengantongi Medal of Freedom dari Presiden AS Barack Obama.

Rentetan Peristiwa Sains Penting di 2018Stephen Hawking tutup usia pada 14 Maret 2018. (Foto: AFP PHOTO / ANDREW COWIE)

Hari Tanpa Bayangan
Fenomena unik saat matahari berada hampir tepat di atas kepala pada 21 Maret lalu membuat bayangan seakan-akan menghilang.

LAPAN menjelaskan peristiwa ini terjadi karena Bumi beredar mengitari matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis rotasi (ekliptika) Bumi yang berbentuk agak lonjong membuatnya bergerak kadang lebih cepat atau lebih lambat dari Matahari.

Gerhana Bulan Terlama
Fenomena gerhana bulan terlama di abad ke-21 dengan durasi 103 menit terjadi di Indonesia ada 28 Juli silam. Gerhana bulan total kali ini merupakan salah satu yang paling istimewa karena posisi bulan berada pada jarah terjauhnya dari Bumi. Bulan akan tampak lebih kecil dari biasanya, kerap disebut micro blood moon.

NASA mencatat fenomena serupa mencapai durasi terpanjangnya pada 18 tahun silam--tepatnya pada 16 Juli 2000. Ketika itu fase gerhana bulan total berdurasi 106 menit.

Rentetan Peristiwa Sains Penting di 2018Micro blood moon di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Lukisan Gua Tertua di Kalimantan
Tim peneliti gabungan dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (ARKENAS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Griffith, Australia menemukan lukisan hewan abstrak yang menggunakan batu sebagai medium tertua di dunia.

Temuan berupa gambar tapir, daun, tangan, dan jewan abstrak menjadi bentuk karya seni cadas yang ditemukan di Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur. Peneliti menduga tujuan manusia kala itu menggambar di atas batu untuk menyatakan kepemilikan area dan kemungkinan juga memberi pernyataan peningkatan status, misal dari masa remaja ke dewasa.

Rentetan Peristiwa Sains Penting di 2018Lukisan gua di Kalimantan Timur. (Foto: Arkenas/Kinez Riza)

Ekspedisi Mars
Berbeda dengan ekspedisi yang sudah-sudah, kali ini Lembaga Antariksa AS (NASA) mengirim misi ekspedisi Mars untuk menjelajah inti planet. Misi kali ini NASA mengirim Mars InSight Lander pada Mei lalu dan mendarat pada 27 November.

InSight akan menghabiskan 24 bulan ke depan atau dua tahun waktu Bumi atau sekitar satu tahun Mars untuk mengumpulkan banyak data membuka misteri tentang bagaimana Mars terbentuk. Termasuk meneliti potensi Marsquakes alias gempa bumi di Mars. (evn)


ARTIKEL TERKAIT