Hasil penelusuran Direktorat Pengendalian Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo terdapat informasi menyesatkan terkait alat deteksi letusan gunung usai peristiwa Tsunami menerjang Selat Sunda.
Dalam temuan Kemkominfo, beredar konten di media sosial yang menampilkan sebuah alat di Desa Selat Duda yang disebut dapat mendeteksi letusan gunung dalam kurun waktu 2 jam sebelum meletus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Ferdinandus, Sutopo sudah menyatakan alat tersebut merupakan sirine untuk memberi peringatan dini saat ada bahaya dari letusan Gunung Agung dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi letusan gunung. Cara kerja alat itu mirip dengan sirine tsunami, namun alat ini dapat dibawa ke mana saja.
"Hal tersebut langsung dibantah BMKG dengan menyatakan pesan tersebut adalah hoaks," ucapnya.
Melalui Twitter resmi, kata Ferdinandus, BMKG menyebutkan pesan tersebut dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Warga dipersilahkan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sambil tetap mengecek informasi cuaca selama libur Natal dan Tahun Baru.
Atas dasar ini, Kemkominfo juga mengimbau agar pengguna internet dan media sosial tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika ditemukan informasi yang tidak benar dapat segera melaporkan ke aduankonten.id atau lewat akun twitter @aduankonten. (osc/osc)