Seribu tenaga profesional ini akan melengkapi tim teknologi yang dibangun dalam setahun terakhir dan telah beranggotakan dua ribu orang.
Salah satu tujuan Grab dengan meningkatkan sumber daya secara masif adalah untuk menjadi superapp paling dicari di Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meluncurkan pusat R&D baru di Malaysia dan sedang mencari untuk mempekerjakan 100 pekerja profesional di negara yang akan dikerahkan pada proyek teknologi mendalam untuk bisnis ini," kata Gathani, seperti dikutip dari Tech Wire Asia.
Pada 2018, Grab mendapatkan pemasukan mencapai US$1 miliar dan pada 2019 ditargetkan mengantongi US$2 miliar.
Di Indonesia, Grab juga menargetkan akan menjadi everyday super-app atau melayani kebutuhan masyarakat sehari-hari.
"Misalnya untuk medical dan health care dan juga untuk travel services yang akan kita sambut di tahun 2019," Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, akhir pekan lalu.
Ia pun menyinggung Grab yang fitur-fiturnya juga akan menyentuh ranah layanan finansial.
"Nanti juga merambah ke layanan-layanan finansial misalnya top up," kata Ridzki. (vws)