"Komunitas besar di Telegram sering menggunakan jajak pendapat untuk mengoordinasikan kegiatan mereka dan tetap berhubungan dengan anggota mereka. Hari ini, kami meluncurkan alat khusus untuk jajak pendapat selain bot yang ada seperti @vote," tulis Telegram di blognya pada Minggu (23/12).
Fitur baru ini diumumkan pada akhir pekan silam sehingga pengguna bisa mengadakan pemungutan suara di dalam grup. Saat ini, polling tak akan menunjukkan siapa memilih apa di pilihan jawaban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pengguna kini sudah bisa meneruskan polling kepada pengguna lain sehingga penyelenggara jejak pendapat bisa meminta pendapat lebih mudah.
Telegram, aplikasi perpesanan asal Rusia buatan Durov bersaudara, merupakan pesaing berat WhatsApp dan LINE di Indonesia. Aplikasi ini diperkuat dengan sistem terenkripsi yang disebut diklaim tak mudah dibobol.
Aplikasi tersebut pernah diblokir di Indonesia karena digunakan oleh teroris untuk melancarkan aksinya dan berkomunikasi. Namun Kemenkominfo mengizinkan aplikasi ini tetap beroperasi di Indonesia karena Telegram sepakat menghadirkan perwakilan khusus di Indonesia, memiliki peranti lunak untuk menyaring konten negatif, dan membangun prosedur standar operasional ketika masih ditemukan konten negatif. (kst/kst/age)