Mengutip Reuters, Jumat (28/12), Pemerintah Korea Selatan menuturkan data pribadi yang berhasil dicuri mencakup nama, tanggal lahir dan alamat dari 997 pembelot Korut.
Kebocoran data ini bermula dari terinfeksinya komputer agensi pusat data di Hana, selatan Kota Gumi oleh virus perangkat lunak berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Risiko Ketika Data Pribadi Dicuri |
Hingga saat ini, pejabat pemerintah Korea Selatan menolak untuk mengkonfirmasi keterlibatan Korea Utara dalam peretasan ini. Mereka juga belum bisa menjabarkan motif peretasan. Kepolisian Korea Selatan tengah menyelidiki dalang serta motif peretasan itu.
"Kami menyesal atas kejadian ini, dan kami akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah kejadian serupa (terjadi lagi)," ungkap pejabat Pemerintah Korea Selatan.
Lihat juga:100 Ribu Printer Seluruh Dunia Diretas |
Kasus pelanggaran data antara Korea Utara dan Korea Selatan memang kerap terjadi. Sebelumnya Pemerintah Korea Selatan pernah menuduh Korea Utara atas serangan siber pada Kementerian Pertahanan.
Penjahat siber itu berhasil mencuri dokumen rahasia kementerian Pertahanan. Namun demikian, media Pemerintah Korea Utara membantah bertanggung jawab atas serangan siber itu. (ulf/eks)