Abu vulkanis terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca. Ukurannya sekitar 2 mm atau 0,8 inci, bahkan bisa lebih kecil dari itu. Partikelnya terasa seperti tekstur pasir.
Karakter partikel abu vulkanis yang seperti itu bisa merusak kendaraan bila bergesekan dengan bodi atau kaca. Buat kendaraan yang ditempeli abu vulkanis disarankan tidak gegabah membersihkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal pertama yang mesti dipahami, jelas Dolf, abu vulkanis tidak boleh langsung digosok. Cara menghilangkannya disiram air sampai semua kotoran rontok ke bawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka dari ini semprotkan beberapa kali dengan air biasa saja," kata Dolf saat dihubungi, Sabtu (29/12).
"Setelah dirasa memang sudah bisa digosok maka siapkan material cuci dengan shampo yang PH rendah buat mengatasi debu tadi," ucapnya.
Sementara untuk mesin, ia mengatakan abu vulkanik tidak akan mengganggu sektor mesin. Jika pun abu masuk, dikatakan hanya sampai ke saringan udara saat mobil dinyalakan. Kita dapat membersihkannya cukup menggunakan air biasa.
"Menurut saya debu ini kan bukan merendam mobil yah sedangkan mesin kan di dalam kabin, di ruangan mesin yang tertutup kap mesin juga," kata Dolf.
Sebagai tambahan untuk Anda yang tinggal di kawasan Gunung Merapi aktif, upayakan membungkus kendaraan dengan penutup mobil jika diparkir di luar ruangan. Cara ini setidaknya dapat melindungi mobil kesayangan Anda dari hujan abu vulkanis. (ryh/fea)