PERISKOP 2019

AI Berperan Krusial di Era Digitalisasi 2019

CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 06:54 WIB
AI Berperan Krusial di Era Digitalisasi 2019 Ilustrasi robot dengan kecerdasan buatan. (Foto: REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Digitalisasi diprediksi akan terus menyelimuti pada tahun 2019. Banyak teknologi yang akan berkembang dan akan muncul berbagai teknologi yang akan membawa perubahan dalam segala aspek di kehidupan.

Berbagai teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), virtual reality (VR), 5G, dan otomasi diperkirakan akan menjadi tren digital pada 2019. Berikut beberapa tren digital pada 2019.

Kepercayaan Kepada Asisten Virtual


Penggunaan asisten virtual diperkirakan akan meningkat pada tahun 2019 dan sepertinya akan terus meningkat hingga 2021. Berdasarkan data survei Erricson dengan responden berjumlah 34 juta orang, 60 persen responden percaya asisten virtual di perangkat akan bisa memahami suasana hati mereka.

Saat ini asisten virtual dipercaya untuk memutar musik, melakukan panggilan telepon, hingga melakukan pencarian di mesin pencarian. Penggunaan asisten virtual akan juga dipercaya akan menjadi mainstream pada tahun 2021.

Asisten Virtual Bisa Berdebat

Asisten Virtual juga diperkirakan bisa memberikan opini atau perdebatan kepada pengguna perangkat. Bahkan dalam urusan keluarga atau rumah tangga, asisten virtual bisa memberikan argumentasi dan memberikan perdebatan selayaknya anggota keluarga.

Spying apps (Aplikasi yang Memata-matai)

Ke depannya diperkirakan akan muncul aplikasi yang bisa mematai pengguna. Belakangan tidak aneh ketika suatu aplikasi bisa membaca kamera, galeri, pesan singkat, hingga panggilan telepon pengguna tanpa sepengetahuan pengguna.

Bahkan toko resmi Google Play juga terdapat gim-gim yang berisi malware. Bahkan gim-gim ini sudah diunduh oleh lebih dari 580 ribu kali. Malware diduga bisa mencuri data-data pribadi.

47 persen responden  percaya bahwa aplikasi yang mereka gunakan senantiasa mengumpulkan data tentang mereka bahkan saat mereka tidak menggunakan aplikasi tersebut.

Semakin Banyak Persetujuan Yang Dipaksakan

Seperti yang kita ketahui, banyak aplikasi yang memaksa pengguna yang seolah memaksa pengguna untuk menyetujui syarat-syarat yang sepertinya harus dilakukan oleh pengguna. Misalnya saja aplikasi fintech lending yang meminta 'izin' kepada pengguna untuk mengakses isi pesan singkat padahal sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Kemudian semakin banyak situs web yang mengharuskan pengguna untuk mengizinkan 'cookies' sebagai syarat agar bisa masuk ke situs web.

Kehadiran cookies yang bertugas mengumpulkan data dianggap mengganggu oleh 51 persen responden. Hal-hal seperti ini akan menciptakan rasa tidak percaya.

Internet of skills

Penggunaan internet untuk meningkatkan kemampuan dirasa akan menjadi tren pada tahun 2019.  Misalnya saja saat ini sudah banyak aplikasi untuk pelajaran seperti Ruangguru.com atau video-video di Youtube yang memberikan tips-tips.

Ke depannya 50 persen responden menginginkan agar AR dan VR juga diimplementasikan untuk meningkatkan hal-hal tersebut. Responden menginginkan aplikasi dan kacamata menginginkan teknologi AR yang bisa memberikan pelajaran misalnya untuk memasak hingga memperbaiki sesuatu.

Pembayaran Tagihan Secara Otomatis

Pengguna asisten virtual juga menginginkan seluruh kemudahan dalam pembayaran tagihan. Orang-orang semakin memiliki permintaan untuk proses otomasi dalam berbagai proses yang rumit dan membosankan, misalnya antre ketika membeli keperluan bulanan.

49 persen responden menginginkan pengisian ulang barang-barang kebutuhan rumah tangga secara otomatis. Kemudian asisten virtual diprediksi juga akan menangani seluruh keuangan atau transaksi digital manusia. Misalnya pembayaran listrik, air, internet hingga pembayaran.


AI Jadi Konsultan Medis

AI dipercaya akan menjadi konsultan medis manusia. 43 persen responden menginginkan asisten virtual memutuskan kapan mereka harus mengunjungi dokter, dokter gigi, atau ke salon.

AI juga diharapkan bisa memprediksi penyakit yang akan dialami oleh manusia sebelum manusia tersebut mengalaminya.

Kembaran Digital

Penggunaan AR dan VR juga bisa menciptakan kembaran digital agar seseorang bisa hadir di dua tempat sekaligus. Teknologi ini akan dengan sempurna menyalin wajah dan tubuh. Kemudian seseorang bisa hadir di tempat berbeda dengan waktu yang bersamaan secara holografik.

Penggunaan Jaringan Komunikasi Generasi Kelima

5G diprediksi akan memiliki dampak besar dalam infrastruktur internet. 5G adalah salah satu komponen utama untuk menerapkan industri 4.0 dan kota pintar yang terkoneksi dengan Internet of Things (IoT).

Artinya 5G tidak hanya sekedar digunakan untuk streaming, chat, atau melakukan pencarian di mesin pencari. 5G memiliki peran besar agar mobil otonom, mengontrol lampu, hingga TV yang tersambung ke IoT.

Erricson memperkirakan 5G diperkirakan akan menjangkau lebih dari 40 persen populasi global dan jumlah langganan akan mencapai 1,5 miliar sehingga mobile broadband meningkat pada akhir tahun 2024.

Nilai Data lebih Krusial

Nilai daripada data akan menjadi pusat dari nilai alam semesta. Data akan membentuk transformasi digital dan menjadi sumber aliran  dan menjadi sumber aliran pendapatan baru yang akan melampaui arus pendapatan tradisional.

Ini akan menyebabkan perubahan dalam arsitektur informasi, di mana dengan kebutuhan menetapkan rich data untuk mulai mendorong investasi TI. (jnp/evn)


ARTIKEL TERKAIT