Periskop 2019

Skutik 'Gambot' Bakal Semakin Populer di 2019

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 01/01/2019 09:00 WIB
Skutik 'Gambot' Bakal Semakin Populer di 2019 Seorang pengunjung IMOS 2018 mengunjungi booth Astra Honda Motor (AHM). (Foto: Dok. AHM)
Jakarta, CNN Indonesia -- Skuter matik (skutik) bertubuh 'gambot' seperti Honda PCX dan Yamaha Nmax diprediksi bakal semakin digemari di sepanjang 2019. Kondisi itu mengingat motor mudah dikendarai dan harganya relatif terjangkau oleh konsumen.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala melihat skutik model Nmax dan PCX akan digemari berdasarkan hasil penjualannya sepanjang tahun lalu.

"Kelihatannya sih mengarah ke bodi besar. Skutik bongsor di 2019," kata Sigit saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Pasar skutik bongsor mesin kapasitas 150 cc mulai terbentuk setelah Yamaha serius menggarap Nmax yang masuk ke dalam keluarga skutik Maxi yang diisi oleh Aerox, Lexi, Xmax, serta Tmax.


Honda pun tidak ingin ketinggalan dengan produk PCX. Keseriusan Honda pada segmen tersebut terlihat setelah PCX diproduksi secara lokal. Bahkan, kini Honda telah menjual PCX hybrid dan Forza di segmen skutik premium. Menurutnya untuk segmen lain seperti bebek dan motor sport mesin 150 cc ke atas diperkirakan akan stagnan.

"Tapi intinya skutik tetap menjadi tren di tahun 2019. Motor segmen lain sih masih penjajakan ya. Skutik itu masih dominan. Sekarang (Januari-November) saja skutik penjualan sudah 84 persen, dan ini udah naik lagi jadi 86 persen," ucap Sigit meyakini.

Penjualan Motor di 2019 Tak Bergerak

AISI, dijelaskan Sigit tidak akan menaikkan target penjualan sepeda motor untuk periode Januari-Desember 2019. Target penjualan masih berkisar di angka 6,1 juta- 6,3 juta unit.

Sigit menilai pihaknya belum berani mematok target tinggi disebabkan dihantui harga komoditas, efek perang dagang antara Amerika Serikat dan China diikuti tahun 2019 adalah tahun politik.

Sementara pasar ekspor untuk tahun depan, AISI tidak terlalu berharap banyak melihat kondisi perekonomian saat ini. Angka sebanyak 600 ribu unit, atau 10 persen dari penjualan domestik pada 2019 dinilai sudah cukup baik.

"Tahun depan kami melihatnya flat (datar). Dan kami sih berharap situasi politik masih oke. Jadi kami pertimbangkan secara ekonominya saja," jelas Sigit.

Penjualan motor domestik mulai Januari hingga November 2018 tercatat mencapai 5.929.930 unit. Honda masih mendominasi dengan 74,8 persen pangsa pasar, diikuti Yamaha 22,6 persen pangsa pasar. Di bawah Yamaha ada Suzuki (1,4 persen), Kawasaki (1,2 persen), sementara TVS terpantau tidak berkontribusi terhadap penjualan motor dalam periode tersebut.

Dominasi roda dua bermesin 65-124 cc diketahui sebanyak 3.432.633 unit, motor 125-149 cc 1.793.453 unit, dan terakhir motor bermesin besar 150-1.400 cc yang mencapai 703.844 unit. Sedangkan untuk ekspor motor selama 11 bulan tahun ini tercatat 574.555 unit. (ryh/mik)