Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala melihat skutik model Nmax dan PCX akan digemari berdasarkan hasil penjualannya sepanjang tahun lalu.
"Kelihatannya sih mengarah ke bodi besar. Skutik bongsor di 2019," kata Sigit saat dihubungi CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi intinya skutik tetap menjadi tren di tahun 2019. Motor segmen lain sih masih penjajakan ya. Skutik itu masih dominan. Sekarang (Januari-November) saja skutik penjualan sudah 84 persen, dan ini udah naik lagi jadi 86 persen," ucap Sigit meyakini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PCX Hybrid, Sang Fenomenal dari Sunter |
AISI, dijelaskan Sigit tidak akan menaikkan target penjualan sepeda motor untuk periode Januari-Desember 2019. Target penjualan masih berkisar di angka 6,1 juta- 6,3 juta unit.
Sigit menilai pihaknya belum berani mematok target tinggi disebabkan dihantui harga komoditas, efek perang dagang antara Amerika Serikat dan China diikuti tahun 2019 adalah tahun politik.
Sementara pasar ekspor untuk tahun depan, AISI tidak terlalu berharap banyak melihat kondisi perekonomian saat ini. Angka sebanyak 600 ribu unit, atau 10 persen dari penjualan domestik pada 2019 dinilai sudah cukup baik.
"Tahun depan kami melihatnya flat (datar). Dan kami sih berharap situasi politik masih oke. Jadi kami pertimbangkan secara ekonominya saja," jelas Sigit.
Dominasi roda dua bermesin 65-124 cc diketahui sebanyak 3.432.633 unit, motor 125-149 cc 1.793.453 unit, dan terakhir motor bermesin besar 150-1.400 cc yang mencapai 703.844 unit. Sedangkan untuk ekspor motor selama 11 bulan tahun ini tercatat 574.555 unit. (ryh/mik)