Edukasi & Fitur

Teknologi Baru, Buka Pintu dan Start Mesin Pakai Sidik Jari

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 17:35 WIB
Teknologi Baru, Buka Pintu dan Start Mesin Pakai Sidik Jari Hyundai Santa Fe menggunakan pemindai sidik jari untuk membuka pintu dan menyalakan mesin. (Foto: Dok. Hyundai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak teknologi baru yang disematkan pada kendaraan belakangan ini, namun mungkin yang sudah dilakukan Hyundai tergolong level lebih tinggi. Pada pekan lalu Hyundai memperkenalkan teknologi pemindai sidik jari untuk membuka kunci mobil dan menyalakan mesin.

Fitur berteknologi pemindai sidik jari sudah digunakan pada Bentley Bentayga, namun pada SUV super mewah itu hanya ditempatkan untuk membuka brankas yang ada di kompartemen tengah. Hyundai bakal membuat teknologi itu bisa didapat pada model lebih murah sebab direncanakan dipasang pada SUV Santa Fe yang akan dijual pada awal 2019.

Tidak seperti Bentayga yang kesannya cuma untuk fitur tambahan, pemindai sidik jari pada Santa Fe memudahkan pemilik membuka pintu dan menyalakan mesin semudah menempel jari.


Dijelaskan dalam rilis resmi, buat membuka pintu, pemilik cukup perlu menempelkan jari pada sensor yang ada di gagang pintu. Komputer di dalam mobil bakal mengidentifikasi identitas kemudian membuka pintu.

Teknologi Baru, Buka Pintu dan Start Mesin Pakai Sidik JariHyundai Santa Fe menggunakan pemindai sidik jari untuk membuka pintu dan menyalakan mesin. (Foto: Dok. Hyundai)
Persis seperti buka pintu, menyalakan mesin juga tinggal menempelkan jari pada tombol start mesin yang sudah dilengkapi sensor sidik jari. Bukan cuma menyalakan mesin, aplikasi ini juga bisa menentukan seting jok dan sudut spion berdasarkan identifikasi sidik jari.

Hyundai menjelaskan teknologi sudah dirancang mampu mencegah pemalsuan sidik jari, dikatakan kemampuannya salah memindai cuma satu dari 50 ribu percobaan. Disebutkan teknologi ini lima kali lebih efektif ketimbang sistem kunci mekanis ataupun smart key.

Hyundai bakal memberikan teknologi ini pada pasar negara terpilih lebih dulu kemudian secara bertahap berkembang ke pasar lain. Bukan tidak mungkin, Hyundai pada akhirnya bakal memasang pada SUV paling top milik mereka, Palisade. (fea/mik)