Peneliti dari Universitas New York dan Universitas Michigan mengklaim machine learning ini bisa membuka satu dari tiga ponsel pintar yang dikunci dengan sidik jari. Mereka menyebut "masterkey" dengan nama "DeepMasterPrints".
Dalam makalah yang dirilis pada Oktober, para penulis mengatakan sidik jari sintetis dapat digunakan oleh musuh untuk meluncurkan serangan yang dapat membahayakan sistem keamanan berbasis sidik jari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Peretas Sebabkan Proses Cetak Koran Tertunda |
Sebab, pemindai sidik jari tidak memindai sidik jari secara utuh. Alih-alih, pemindaian sidik jari hanya dilakukan secara parsial.
Untuk setiap jari yang disimpan sebagai ganti kata sandi, perangkat menyimpan banyak gambar. Jika seseorang kemudian menggunakan jari mereka untuk membuka kunci perangkat itu, maka mereka hanya perlu mencocokkan salah satu gambar sidik jari parsial pada sistem keamanannya.
Lihat juga:Risiko Ketika Data Pribadi Dicuri |
Di sisi lain, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka bisa menjadi ancaman potensial bagi sistem keamanan. Oleh karena itu, para peneliti menyarankan agar para pengembang meningkatkan keamanan pemindai sidik jari untuk membentengi diri dari serangan.
"Penelitian dalam menilai kerentanan dalam sistem pengenalan sidik jari sebagai perlombaan senjata konstan antara memperbaiki kerentanan dan menemukan kerentanan baru. Penting bagi para peneliti untuk menyelidiki kerentanan baru sehingga celah dapat diperbaiki". (jnp/eks)