Dilansir dari The Verge, Krissler dan Albrecht berhasil melewati pemindai vena yang diciptakan oleh Hitachi dan Fujitsu. Padahal kedua perusahaan mengklaim sebagai penguasa dari 95 persen pangsa pasar autentikasi vena yang dianggap lebih aman dari metode keamanan biometrik lain seperti wajah atau sidik jari.
Kedua peneliti berhasil membobol pemindai vena dengan menyalin tata letak vena seseorang dari foto yang diambil kamera SLR. Konstruksi tangan buatan ini hanya memakan waktu lima menit dan satu foto.
Lihat juga:8 Ponsel yang Paling Dinanti Tahun Ini |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, juru bicara Fujitsu mengatakan peretasan itu hanya bisa dilakukan di ruangan laboratorium bukan di dunia nyata.
Autentikasi vena memang dianggap lebih aman daripada metode keamanan biometrik lainnya. Autentikasi vena memindai pola vena (lokasi, bentuk, dan ukuran) di bawah kulit telapak tangan pengguna.
Lihat juga:5 Fitur Baru Pada Ponsel Bakal Hiasi 2019 |
Peretasan ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Krissler. Sebelumnya, pada 2013, Krissler berhasil menembus Touch ID milik Apple dalam waktu 24 jam setelah diluncurkan di Jerman.
Pada 2014, ia berhasil membuat model sidik jari Menteri Pertahanan Jerman. Ia juga menunjukkan kerentanan dalam teknologi pemindai iris mata. (jnp/jnp/age)