"Hasil penelusuran dengan menggunakan mesin AIS oleh Sub Direktorat Pengendalian Konten Internet Direktorat Pengendalian Ditjen Aplikasi Informatika," kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi, Rabu (2/1).
Laporan 62 konten hoaks ini dilakukan mulai dari Agustus hingga Desember 2018. Pria yang akrab dipanggil Nando ini mengatakan Kominfo telah merilis informasi mengenai klarifikasi dan konten terduga hoaks melalui portal kominfo.go.id dan stophoax.id.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:4 'Utang' Kominfo di Ranah Telekomunikasi |
"Pada bulan Agustus 2018 ditemukan sebanyak 11 konten hoaks. Bulan September 2018 terdapat 8 konten. Oktober 2018 terdapat 12 konten. November 2018 sebanyak 13 konten hoaks," ujar Nando.
Sementara di bulan September 2018, konten-konten hoaks yang bisa disorot adalah pelaku bom bunuh diri di Surabaya masih hidup dan dukung 2019 Ganti Presiden, Prabowo mempunyai hutang sebesar Rp17 Triliun, serta PDIP menerima kunjungan PKI China.
Di bulan November 2018, beberapa konten hoaks yang patut disorot adalah PDIP minta seluruh pesantren ditutup, cukong China pendukung Jokowi, Fatwa Haram memilih PSI untuk warga Muhammadiyah, Jokowi dan Megawati potong tumpeng di atas labang PKI, dan jika menang Jokowi akan ganti KH Ma'ruf Amin dengan Ahok.
Bulan Desember 2018 juga memiliki konten hoaks yang bisa disorot seperti foto Prabowo di dinding pemimpin luar negeri, Karni Ilyas dipanggil Jokowi karena TV One siaran langsung reuni akbar 212, Puan "jika negara ingin maju dan berkembang, pendidikan agama Islam harus dihapus," hingga hoaks simulasi orang gila dibawa ke TPU. (jnp/evn)