AI bertujuan agar robot bisa membuat keputusan sendiri selama proses eksplorasi. Mulai dari keputusan menentukan arah hingga bagaimana cara menghemat daya.
Peranti lunak yang dikerjakan oleh peneliti di King's College London dan Airbus ini juga bisa mengetahui kapan harus mematikan daya untuk menghemat energi. Dengan begitu, rover bisa melakukan penyelidikan menarik secara otomatis, hal yang kerap luput dilakukan jika melibatkan manusia sebagai operator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Debu Bulan Beracun untuk Manusia Bumi |
Mengutip Telegraph, sistem otonom pada rover yang dijuluki 'Sherpa' ini sebelumnya telah diuji beberapa bulan lalu di Gurun Sahara. Lokasi gersang di Maroko ini dipilih sebagai tempat pengujian karena dianggap memiliki medan merah dan berbatu yang sangat mirip dengan permukaan Mars.
Lihat juga:Rentetan Peristiwa Sains Penting di 2018 |
"Teknologi robot otonom baru seperti ini akan membantu untuk membuka lebih lanjut misteri Mars dan saya senang Inggris adalah pemain kunci dalam bidang yang canggih ini," sambungnya.
Kendati demikian rover ini belum mendapatkan namanya. Badan Antariksa Inggris berencana memberikan nama pada musim semi ini.
Sebelumnya, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga mengungkapkan niat untuk memperkuat rover dengan AI. Teknologi tersebut sangat dibutuhkan karena jeda waktu delapan menit saat menerima perintah dari Bumi hingga membuat eksplorasi Planet Merah belum maksimal. (evn/kst/evn)