Dalam misi tersebut, China diketahui mengerahkan robot penjelajah Yutu 2 dalam kurun 12 jam setelah Chang'e 4 mendarat di Bulan. Yutu 2 telah berjalan 186 km di permukaan Bulan.
Nama Yutu berasal dari nama kelinci peliharaan Dewi bulan Chang'e dalam mitologi China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Misi Chang'e 4 tidak dapat memancarkan data langsung ke Bumi karena sisi tergelap bulan tidak menghadap ke Bumi. Oleh karena itu Chang'e akan bergantung pada satelit relay yang dinamakan Queqiao.
Bulan sebelumnya dijelaskan secara teori lahir dari sebuah tabrakan dahsyat antara Bumi dengan objek antariksa lainnya. Serpihan-serpihan kecil akibat tabrakan ini kemudian yang akan membentuk Bulan.
Sisi terjauh bulan memang dikenal sebagai sisi gelap. Padahal secara harfiah sisi gelap ini tidak lebih gelap dari sisi Bulan yang berhadapan dengan Bumi.
Bulan berputar pada porosnya pada kecepatan yang persis sama dengan orbit Bumi, alhasil satu sisi tetap tidak terlihat. (jnp/evn)