Avanza merupakan salah satu pelopor, selain Daihatsu Xenia, yang membentuk pasar jenis mobil kategori low MPV. Avanza membentuk definisi MPV 'murah' berupa mobil keluarga, muat tujuh penumpang, berpenggerak roda belakang, dan harganya lebih murah dari Kijang yang didamba masyarakat saat itu.
MPV Avanza lahir saat Indonesia masih dalam masa transisi krisis moneter. Model yang namanya diambil dari bahasa Italia, Avanzato, dengan arti "peningkatan" ini diusahakan melanjutkan gelar "mobil masyarakat" yang diemban Kijang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sejarah Avanza, Adaptasi untuk Konsumen |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2015 Toyota meluncurkan big minor change pada Avanza dengan konsep "Grand New". Perubahan itu bukan generasi ketiga, namun kadar pengembangannya sampai mengganti mesin 1.300 cc dan 1.500 cc menjadi berteknologi Dual VVT-i.
Sepertinya strategi Toyota tidak seperti itu. Dari penampakan foto dan video yang beredar di dunia maya, para insinyur Toyota hanya mengemas desain facelift.
Pada November lalu CNNIndonesia.com sudah mengetahui para petinggi perusahaan dealer Toyota sudah mendapat materi presentasi Avanza terbaru. Berurut sejak itu, pada Desember, pengenalan desain baru Avanza diberikan ke kepala cabang, manajer sales, dan saat ini sudah sampai ke tenaga penjual.
[Gambas:Instagram]
Per akhir Desember hingga awal Januari ini Toyota diketahui sudah mendistribusikan unit Avanza terbaru ke dealer-dealer yang posisinya jauh di timur. Lantas bertahap distribusi dilakukan ke wilayah yang semakin dekat dengan lokasi produksinya di pabrik Astra Daihatsu Motor di Sunter, Jakarta Utara.
Berdasarkan foto dan video yang beredar, wajah Toyota Avanza 2019 berubah jadi terlihat sangat modern. Tata letak lampu-lampu, bumper, dan gril dibuat futuristis dan terlihat mewah seperti MPV Toyota lain yang jauh lebih mahal, yaitu Voxy dan Vellfire.
Menariknya wajah baru itu kontras dengan siluet konvensional Avanza pada pilar A dan pilar D yang tidak berubah sejak generasi pertama. Meski sudah ganti muka, bakalan masih terasa Avanza model lama bila dilihat dari samping atau belakang.
Belum ada pernyataan resmi dari Toyota, namun kemungkinannya bagian mesin dan sistem gerak roda belakang sama seperti sebelumnya.
Pihak Toyota Astra Motor (TAM) sudah berulang kali bilang Avanza memang tidak akan berubah drastis mengikuti para pesaingnya, seperti Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, dan Mitsubishi Xpander yang menggunakan penggerak roda depan.
Toyota ngotot karena merasa desain Avanza yang sudah ada bisa diterima masyarakat. Buktinya, meski Xpander melawan sengit sepanjang 2018, Avanza tetap model paling laku pada segmen low MPV bahkan masih terlaris di antara semua mobil yang dijual di Indonesia.
Estetika itu membungkus bodi yang desain awalnya terinspirasi Kijang kapsul, dimensi disesuaikan kondisi jalan dan ukuran garasi rumah, serta sistem gerak roda belakang yang cocok buat geografis Nusantara.
Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan "Avanza terbaru sudah sesuai keinginan konsumen". Studi pengembangan desain Avanza dan Xenia disebut dilakukan terpisah.
Bukan cuma negatif, rupa baru Avanza juga dinilai positif oleh sebagian orang. Ada yang mengagumi tampang yang dikatakan keren dan lainnya bilang apapun desain Avanza pasti laku di pasaran. (fea/mik)