Peneliti MIT telah menemukan lebih banyak bukti tentang perubahan iklim di Gurun Sahara dibanding penelitian sebelumnya. Mereka memeriksa debu yang terkumpul dari pantai Afrika Barat selama 240 ribu tahun terakhir.
Penelitian menunjukkan bahwa selama periode itu, iklim Sahara terus berubah antara basah dan kering setiap 20 ribu tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gurun Sahara dikenal sebagai salah satu daerah terpanas, terkering dan paling terpencil di dunia. Wilayahnya mencakup sekitar 9,3 juta kilometer persegi di Afrika Utara.
McGee mengatakan penelitian terbaru ini berharga dalam mempelajari sejarah Sahara karena berkaitan dengan pemukiman manusia.
"Masa seperti apa yang baik bagi manusia untuk tinggal di Gurun Sahara dan menyeberanginya untuk keluar dari Afrika, dibandingkan saat-saat yang tidak ramah seperti hari ini," lanjutnya.
Sementara itu, perubahan iklim Bumi sendiri didorong oleh perubahan poros Bumi ketika mengorbit Matahari. Pada gilirannya, rotasi mempengaruhi distribusi sinar Matahari di antara musim. (kst/eks)