Uji coba ini merupakan proyek perlindungan Bumi yang dinamakan Double Asteroid Redirection Test (DART). NASA berencana untuk menabrakan pesawat antariksa dengan kecepatan 6 km per detik ke asteroid.
"Proyek ini sangat berbeda dengan banyak misi yang fokus untuk mempelajari tata surya. Pertahanan planet benar-benar tentang tata surya saat ini dan apa yang akan kita lakukan di masa sekarang," ujar ilmuwan di Universitas John Hopkins sekaligus ilmuwan di DART, Nancy Chabot, seperti dikutip Space.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat antariksa ini diprediksi akan diluncurkan pada Juni 2021 dan akan menabrak asteroid pada Oktober 2022.
"Untuk melakukan sesuatu seperti ini, kita juga memerlukan waktu peringatan yang sangat lama; gagasan penabrak kinetik jelas tidak seperti [film] 'Armageddon,' di mana Anda naik pada jam terakhir dan selamatkan Bumi, "kata Chabot.
Dilansir dari BGR, asteroid yang akan ditabrak oleh NASA tidak memberikan ancaman bagi Bumi. Kru DART hanya ingin melihat apakah defleksi serupa bisa terjadi pada asteroid di masa depan.
Lihat juga:Alasan China Lakukan Misi ke Bulan |
Didymos memiliki panjang sekitar 800 m dan memiliki badan sekunder dengan ukuran 150 m. Menggunakan teknologi canggih, pesawat ruang angkasa akan menabrak asteroid pada jarak 11 juta km dari Bumi.
"Ini menarik, karena ini adalah misi luar angkasa, tetapi teleskop adalah bagian penting dari misi yang berhasil. Kita harus tahu apakah asteroid bisa terpengaruh akibat defleksi maksimum ini," ujar Chabot (jnp/eks)