Dalam situsnya, Counterpoint Research menulis bahwa sepanjang November, penjualan Apple untuk iPhone XR dengan model 64GB bukan menjadi perangkat terlaris seperti yang diharapkan perusahaan.
"Sebaliknya, tahun lalu di November iPhone X yang paling mahal adalah model terlaris dengan volume hampir 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan iPhone XR pada November tahun ini," tulis laporan Counterpoint Research dalam situsnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk China, Counterpoint Research melihat permintaan yang lebih rendah dari perkiraan untuk iPhone XR karena kurangnya fitur inovatif dan hanya ada satu kamera belakang. Selain itu, harganya yang tinggi juga dikatakan telah memainkan peran penting dalam lesunya penjualan iPhone XR.
"Kami memperkirakan iPhone XR akan memakan bagian dari iPhone XS dan XS Max yang memiliki harga lebih tinggi selama Desember 2018," tulisnya.
Lihat juga:Apple Diminta Turunkan Harga iPhone di India |
Sebelumnya, Apple telah mengkonfirmasi bahwa penjualannya menurun meski tidak menyebutkan angkanya. Apple sendiri menjual iPhone XR seharga US$749 pada September silam.
Ponsel itu merupakan pilihan alternatif untuk iPhone XS yang dijual dengan harga US$999 dan XS Max seharga US$1.099. (kst/eks)