Kini, Huawei diduga memiliki hubungan dengan dua perusahaan yang tak dikenal. Perusahaan pertama diduga sebuah perusahaan penjual peralatan telekomunikasi yang beroperasi di Teheran, Iran. Sedangkan perusahaan kedua merupakan induk perusahaan pertama yang terdaftar di Mauritius.
Dilansir dari Reuters, pihak berwenang AS menuduh CFO Meng Wanzhou menipu beberapa bank internasional untuk melakukan transaksi kliring dengan Iran dengan mengklaim hubungan Huawei terhadap dua perusahaan yang baru ditemukan tersebut. Dugaan berlanjut pada hubungan kedua perusahaan yang dikendalikan oleh Huawei. Walaupun, kedua perusahaan tersebut tetap dipertahankan independen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reuters pun menemukan bahwa seorang pengacara asal Timur Tengah mengatakan Huawei melakukan operasi di Suriah melalui perusahaan cangkang Canicula. Ikatan yang ditemukan dan sebelumnya tidak dilaporkan antara Huawei dan kedua perusahaan tersebut dapat mendukung kasus AS terhadap Meng.
Lihat juga:Intel Garap Cip AI untuk Membaca Algoritme |
Meng tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters dan Huawei menolak untuk menjawah pertanyaan dari kisah ini. Sedangkan, kantor Canicula tidak dapat dihubungi dan juru bicara Departemen Kehakiman AS menolak untuk berkomentar.
Di AS, Menh akan menghadapi tuntutan sehubungan dengan dugaan konspirasi untuk menipu beberapa lembaga keuangan. Dugaan konspirasi itu dapat membawa Meng terkena hukuman maksimum 30 tahun untuk setiap tuduhannya. (age)