IDC memperkirakan nilai pasar AI di berbagai lini industri akan mencapai US$47 miliar (Rp2 kuadriliun; kurs Rp14,101.05) pada 2020. Untuk bidang perekrutan pegawai, terdapat tiga hal dimana AI bisa membantu proses penyaringan pegawai jadi lebih transparan dan cepat.
1. Mengurangi bias
Bias para perekrut ketika melakukan penyaringan tenaga kerja bisa terjadi akibat kecenderungan manusia untuk melakukan stereotip dan membuat pilihan berdasarkan gender dan etnis misalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Efisiensi penyaringan kandidat
Penyaringan kandidat menjadi sumbatan (bottleneck) dalam proses perekrutan, sebab proses ini menjadi bagian paling menantang dan memakan waktu dari proses penerimaan pegawai. Hal ini diungkap oleh 52 persen perekrut tenaga kerja, seperti diungkap Ideal, perusahaan teknologi di bidang perekrutan. Biasanya sekitar 88 persen lamaran yang dikirim tidak ternyata tidak memenuhi syarat.
"Fitur AI ini akan memperpendek proses perekrutan yang memakan waktu berbulan-bulan menjadi menjadi hanya beberapa menit," jelas Nitesh Chellaram, Co-founder Talent Search Recruitment, seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (4/1).
Lihat juga:Intel Garap Cip AI untuk Membaca Algoritme |
3. Efisiensi komunikasi dengan pegawai
Kecerdasan buatan bisa membantu bagian kepegawaian untuk menjawab otomatis pertanyaan karyawan yang repetitif, seperti yang dilakukan oleh perusahaan AI x.ai yang meluncurkan asisten pribadi virtual yang bisa melakukan penjadwalan pertemuan secara otomatis. (eks/eks)