Fiat Chrysler Bayar Denda Rp9,8 T Terkait Skandal Emisi

Antara,, CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 10:47 WIB
Fiat Chrysler Bayar Denda Rp9,8 T Terkait Skandal Emisi Proses penyelesaian dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis (10/1) di Departemen Kehakiman AS. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raksasa otomotif Fiat Chrysler Automobiles (FCA) akan membayar sekitar US$700 juta (sekitar Rp9,8 triliun) untuk menyelesaikan tuntutan hukum dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan pemilik kendaraan diesel terkait tuduhan menggunakan perangkat lunak ilegal yang memungkinkan 104.000 kendaraan diesel mengeluarkan emisi berlebih.

FCA diduga akan membayar denda US$311 juta kepada Departemen Kehakiman, kemudian US$75 juta untuk negara bagian yang menyelidiki masalah emisi berlebih dan dana tambahan untuk mengganti kerugian terkait emisi berlebih, serta US$280 juta untuk menyelesaikan gugatan yang dilakukan oleh para pemilik kendaraan, kata sumber diberitakan Antara.

Perusahaan membantah melakukan kesalahan dan sebelumnya mengatakan tidak pernah ada upaya membuat perangkat lunak untuk mengelabui hasil uji emisi. Pada Oktober 2018, perusahaan menyisihkan 713 juta euro (US$815 juta) untuk menutup biaya potensial yang terkait dengan kasus ini.


Robert Bosch GmbH, pemasok komponen mobil asal Jerman yang menyuplai beberapa komponen untuk mesin diesel Fiat Chrysler, diperkirakan akan mengumumkan terkait penyelesaian gugatan dari pemilik kendaraan di Amerika Serikat sebesar US$30 juta, seperti dikatakan seorang sumber.

Proses penyelesaian dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis (10/1) di Departemen Kehakiman AS. Sejauh ini, Fiat Chrysler, Bosch dan Departemen Kehakiman menolak memberikan komentar.

Badan Perlindungan Lingkungan mengeluarkan laporan media pada Rabu (9/1) yang mengatakan akan membuat "pengumuman tindakan sipil yang signifikan untuk mengatasi kecurangan pada tes emisi-otomotif federal."

Departemen Kehakiman menggugat Fiat Chrysler pada Mei 2017, menuduh perusahaan tersebut menggunakan perangkat lunak ilegal yang menyebabkan emisi berlebih pada 104.000 kendaraan diesel di AS untuk produksi 2014 hingga 2016.

FCA memenangkan persetujuan dari regulator AS pada Juli 2017 untuk menjual kendaraan diesel dengan perangkat lunak yang diperbarui. Perusahaan telah berulang kali mengatakan bahwa mereka akan menggunakan perangkat lunak itu untuk mengatasi masalah agensi pada periode kendaraan 2014 hingga 2016.

Para pemilik kendaraan diharapkan mendapatkan masing-masing sekitar US$3 ribu untuk menyelesaikan pembaruan perangkat lunak, kata sumber itu.

Departemen Kehakiman pada 2017 mengatakan Fiat Chrysler menggunakan kontrol emisi tambahan pada kendaraan diesel yang mengarah "secara substansial" lebih tinggi dari tingkat nitrogen oksida, atau polusi NOx, yang terkait dengan pembentukan kabut asap dan masalah pernapasan.

Regulator Amerika Serikat dan California meningkatkan pengawasan kendaraan diesel setelah Volkswagen AG mengakui pada 2015 telah menginstal perangkat lunak ilegal pada kendaraan di AS selama bertahun-tahun untuk menghindari standar emisi. (mik)