BSSN menegaskan menghargai KPU sebagai penyelenggara pemilu yang independen. Oleh karena itu BSSN tidak mengurus sistem keamanan internal KPU.
"KPU itu ibarat sebuah rumah. Kami berada di luar rumah itu. Kami yang menyiapkan penjagaan, memasang CCTV, memasang teralis, melihat orang yang lalu lalang itu yang kami lakukan," kata Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak di Kantor BSSN, Jakarta Selatan Jumat (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami punya tanggung jawab menangani keamanan siber di Indonesia. Kami berikan rekomendasi tentang langkah yang akan dilakukan KPU," kata Sulistyo
Lihat juga:Kominfo Heran Hoaks 'Receh' Mudah Dipercaya |
Salah satu bentuk langkah yang diambil BSSN ialah melakukan koordinasi dengan penyedia platform medsos untuk menciptakan stabilitas ruang siber.
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan serangan peretas (hacker) ke situs resmi KPU hampir terjadi setiap saat. Arief mengatakan serangan tersebut datang dari mancanegara, termasuk Rusia dan China. Hal itu diketahui dari alamat internet protokol (internet protocol/ IP) atau alamat lokasi jaringan yang digunakan. (jnp/evn)