Kemenhub Poles Konsep Ojol Pakai Motor Listrik

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 12:06 WIB
Kemenhub Poles Konsep Ojol Pakai Motor Listrik Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik hasil kerja sama Garansindo dengan Institut Teknologi Sepuluh November (GESITS). (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Regulasi ojek online (ojol) yang lagi digarap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah melek teknologi otomotif terkini, yaitu motor listrik. Motor jenis ini masuk dalam klasifikasi kendaran ojol.

"Suatu saat kalau ada kecendrungan (permintaan) untuk sepeda motor listrik, ya kenapa tidak kami masukan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi di Kuningan, Jakarta, Kamis (10/1).

Motor listrik diprediksi bakal lebih banyak dijual di dalam negeri setelah peraturan presiden terkait hal itu diperkirakan terbit pada awal tahun ini.


Budi menyebutkan motor listrik bisa saja menjadi pilihan ojol pada masa depan. Dia menyambut baik kehadiran motor tanpa mesin dan knalpot itu sebab dikatakan berdampak positif untuk lingkungan dan keselamatan.

"Bisa dipakai malah lebih baik. Selain gas CO2 (karbon dioksida) tidak mencemari udara, kecepatannya tidak begitu cepat. Ya bisa saja," katanya.

Terkait klasifikasi kendaraan dalam regulasi ojol, Budi menjelaskan pembagiannya bakal ditentukan berdasarkan kapasitas mesin pembakaran dalam.

"Jadi terbuka kemungkinan cc dan jenis kendaraan bakal diatur nanti," ungkap Budi.

Kendaraan 'hijau' termasuk sepeda motor listrik di Indonesia diketahui memang belum populer. Berdasarkan rencana pemerintah, produsen roda dua di Tanah Air sanggup memproduksi kendaraan listrik 2.200 unit roda empat dan 2,1 juta unit sepeda motor pada 2025.

Motor listrik pertama yang diklaim memiliki STNK adalah Viar Q1, setelah itu Honda meluncurkan PCX Hybrid sebagai motor hybrid bensin-listrik pertama di Nusantara. Sementara itu produsen lokal Gesits mewacanakan bakal meluncurkan skuter listrinya pada tahun ini setelah ditunda berulang-ulang pada tahun lalu. (ryh/fea)