Akhmad Taufan Maulana, Kepala Sub Bagian Hubungan Pers dan Media BMKG mengatakan fenomena suhu panas di Bali tak terpengaruh aktivitas Gunung Agung.
"Berdasarkan pantauan kami di beberapa lokasi stasiun pengamatan cuaca yang ada di Bali dalam beberapa hari terakhir memang ada sedikit peningkatan suhu udara khususnya suhu udara maksimum dan minimum harian," jelas Taufan melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, daerah-daerah yang berada di sebelah selatan equator termasuk Bali akan terasa lebih panas.
"Pada malam hari cuaca cenderung berawan sehingga panas yang harusnya dilepaskan oleh permukaan daerah setempat tertahan oleh awan yang menyebabkan suhu semakin hangat pada malam hari jika dibandingkan pada saat tidak ada awan," ucapnya.
Untuk itu, BMKG menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh. Selalu pantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG baik melalui kanal resmi, aplikasi maupun sosial medianya yakni Instagram, Twitter (@infoBMKG), dan website (www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id). (kst/evn)