Dalam film PBS itu, Watson mengatakan bahwa gen menyebabkan perbedaan kecerdasan antara orang kulit putih dan kulit hitam dalam tes IQ. Komentar dari pria berusia 90 tahun itu dinilai "tercela" oleh Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL) di Long Island New York, tempat Watson menjadi direktur sejak 1968 hingga 1993.
Laboratorium itu mengatakan, "dengan tegas menolak pendapat pribadi yang tidak berdasar dan sembrono yang diungkapkan Dr. James D. Watson". Mereka juga menilai pernyataan itu "tercela [dan] tidak berdasarkan sains".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, CNN belum berhasil mendapat komentar Watson mengenai hal ini.
"[Itu karena] semua kebijakan sosial kita didasarkan pada kenyataan bahwa kecerdasan mereka sama dengan kita, sedangkan semua pengujian mengatakan tidak benar-benar," kata dia kala itu.
Meski Watson telah meminta maaf untuk komentarnya yang lalu, film PBS menunjukkan bahwa pandangannya tetap tidak berubah mengenai orang kulit hitam.
Selama tur perkuliahannya pada 2000, ia juga menduga mungkin ada hubungan antara berat badan seseorang dan tingkat ambisi mereka dan antara warna kulit dan kecakapan seksual.
Dan dalam sebuah film dokumenter TV Inggris yang ditayangkan pada 2003, Watson mengatakan kebodohan adalah penyakit genetik yang harus diobati. (kst/eks)