Menurut Thomas, supermoon merupakan purnma yang lebih besar dari rata-rata fenomena astronomi tersebut.
Kendati demikian, menurutnya dari segi astronomi tidak ada yang istimewa dengan fenomena purnama kali ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat supermoon, Bulan akan terlihat lebih besar dari ukuran normalnya. Bulan yang jaraknya 356.800 km dari akan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi tahun depan.
Disamping supermoon, di saat yang sama juga akan terjadi fenomena blood moon. Namun Thomas mengatakan masyarkat di Indonesia tidak bisa melihat fenomena tersebut.
Warna merah pada blood moon disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi. Saat gerhana, atmosfer Bumi masih bisa menghantarkan cahaya matahari sehingga permukaan bulan nanti nampak kemerahan. (evn)