Jelang Debat Capres 2019, Netizen Sebut-sebut Soal Esemka

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 20:00 WIB
Jelang Debat Capres 2019, Netizen Sebut-sebut Soal Esemka Pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: Screenshot via Instagram/@fxsuryadi77)
Jakarta, CNN Indonesia -- Debat perdana Pilpres 2019 antara capres dan cawapres akan berlangsung Kamis (17/1) malam mulai pukul 20.00 WIB. Menjelang debat mengangkat tema hukum, terorisme, hak asasi manusia (HAM) dan korupsi, netizen sebut-sebut Esemka yang sempat melambungkan Joko Widodo.

Pantauan CNNIndonesia.com, para netizen memposting nama mobil Esemka. Mereka seakan ingin mengingat masa lalu bahwa Esemka sempat meramaikan industri otomotif dalam negeri dengan melibatkan para siswa SMK di Indonesia.

Akun @koerz04, 21 menit yang lalu membalas akun @AkunTofa dengan memposting Esemka. Sebelumnya akun @AdlyChan78 bahwa Esemka tidak lulus.




Pengguna media sosial lainnya, @opposite6890 menagih janji Jokowi yang turut mendorong produksi Esemka di Indonesia.



Nama Esemka pernah mencuat saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo pada 2005 - 2012. Saat itu SUV Esemka Rajawali berpelat nomor AD 1 A didaulat menjadi kendaraan dinas Jokowi.

Esemka lantas naik daun, namun kemudian melandai pasca Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012 - 2014. Bahkan sampai Jokowi menjadi presiden pada 2014, Esemka tidak senyaring dulu.

Enam tahun sudah berlalu sejak Jokowi menjadi Walikota Solo, namun dia mengakui para jurnalis terus menanyakan perkembangan Esemka kepadanya.

Dalam unggahannya di media sosial, Kamis (25/10), Jokowi menjelaskan Esemka dulu itu produk uji coba anak-anak SMK di Surakarta yang dibantu teknisi perusahaan-perusahaan besar. Perannya ketika menjadi walikota mendorong Esemka bisa berlanjut ke tahap berikutnya seperti uji emisi dan mendapatkan status layak jalan.

Setelah memenuhi sejumlah aspek, Jokowi menjelaskan Esemka masuk ke tahap industri yang dengan begitu tidak terkait pemerintahannya. Menurut Jokowi, tugas pemerintah hanya mendorong, tidak ada kaitan dengan kepentingan apapun.

"Setelah jadi ya diserahkan kepada industri. Seperti saat ini, Esemka sudah dikerjakan dan dikembangkan penuh oleh industri tanpa campur tangan pemerintah dalam proses produksinya. Tentu bukan Presiden yang buat pabrik sendiri dan bikin mobil Esemka sendiri," ujar Jokowi. (mik)