Di awal debat, moderator debat calon presiden 2019 ini sempat mengingatkan agar warga Indonesia menggunakan media sosial dengan bijak selama Pilpres 2019 berlangsung.
Dalam cuitannya, netizen mengomentari soal tampilan mantan pembaca berita di salah satu stasiun televisi swasta nasional itu dianggap tidak tampak menua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Netizen lain berkomentar ia sengaja menonton debat demi mengobati kerinduan menonton Ira Koesno.
[Gambas:Twitter]
Netizen lainnya pun sibuk mengomentari tampilan Ira Koesno.
[Gambas:Twitter]
Sementara itu, beberapa netizen lain pun mengomentari ketegasan Ira Koesno saat menjadi moderator debat presiden 2019 ini.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Ira Koesno pertama kali dikenal di televisi sebagai presenter. Di dunia pertelevisian, khususnya presenter, Ira mengawali kariernya saat menjadi presenter berita (news anchor) di program berita Liputan6, Surya Citra Televisi (SCTV) dalam kurun waktu 1996 hingga 2004.
Ira kemudian menamatkan gelar Master of Arts di bidang Film dan Produksi Televisi yang didapatnya pada tahun 2000 di Universitas Bristol. Ira Koesno juga meraih gelar Master of Arts bidang Jurnalistik Internasional Universitas Westminster (2001).
Sebelum terjun ke dunia jurnalistik dan penyiaran, Ira pernah bekerja sebagai akuntan di Auditor KPMG Hanadi Sujandro, sebuah perusahaan akuntan publik di ibu kota.
Meski demikian, Ira Koesno pernah muncul kembali ke layar kaca ketika menjadi presenter program "Satu Jam Lebih Dekat" tvOne pada 2010 dan Moderator "Satu Meja" di Kompas TV pada 2016
Di panggung debat politik, Ira Koesno bukan sosok asing. Dirinya pernah ditunjuk oleh KPU DKI Jakarta untuk menjadi moderator debat putaran pertama dan kedua Pilkada DKI Jakarta pada 2017 silam. (eks/eks)