Bahkan, hasil rangkuman debat juga bisa dilihat secara lengkap mulai dari pembukaan oleh moderator, adu pandangan oleh kedua calon terkait hukum, HAM, dan korupsi.
Platform transkripsi suara menjadi teks secara otomatis dan langsung ini memudahkan penutur asing, turis, tenaga kerja asing, guru, dan siapa saja yang sedang belajar bahasa Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat akun LinkedIn pribadi, CEO BahasaKita Oskar Riandi menjelaskan cara kerja layanan ini dengan mengenali suara pembicara sehingga otomatis memunculkan nama pembicara dalam transkrip.
Selain mentranskrip ucapan secara langsung, notula juga bisa memproses suara rekaman dalam bentuk wav.
Layanan ini akan mentranskrip ucapan menjadi teks dan perintah suara (voice command & control). Aplikasi ini bisa bisa dikembangkan untuk berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, kependudukan, jasa, dan perbankan.
Hingga saat ini, transkripsi suara menjadi teks yang dikembangkan BahasaKita sudah digunakan oleh TNI, Komisi Pemberangtasan Korupsi (KPK), Kementerian Pertahanan, Lembaga Penjamin Simpanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kesehatan. (evn)