Gusur Mobil Diesel, VW Galakkan Program Tukar Tambah

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 16:49 WIB
Gusur Mobil Diesel, VW Galakkan Program Tukar Tambah Pabrik Volkswagen di Wolfsburg, Jerman. (Foto: REUTERS/Fabian Bimmer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Volkswagen sedang mempertimbangkan untuk memperluas program insentif penjualan bagi pemilik mobil lawas di Jerman. Program baru ini untuk mengantisipasi pelarangan mobil-mobil bermesin diesel di sejumlah negara di Eropa.

Dilansir Reuters, Volkswagen menawarkan insentif tukar tambah guna mendorong pelanggan untuk menukar kendaraan diesel mereka dengan mobil baru yang lebih ramah lingkungan dan modern.

Seorang juru bicara Volkswagen mengatakan bahwa komite dewan direksi yang bertanggung jawab sedang memeriksa 'insentif trade-in' untuk kendaraan diesel Euro 4 atau Euro 5 untuk periode waktu terbatas yang kemungkinan akan diputuskan pekan depan.
Pihak Volkswagen mengatakan pada Oktober menawarkan insentif kepada calon konsumen VW jika mereka setuju untuk menukarkan mobil bermesin standar Euro 1 ke Euro 4. Insentif tukar tambah saat ini dibatasi hanya di 15 kota yang paling tercemar di Jerman.

Harian Jerman, Bild pertama kali melaporkan bahwa VW sedang mempertimbangkan untuk memperluas insentif penjualan ke seluruh Jerman.


Surat kabar itu mengatakan rincian insentif masih digodok, namun ada kabar bahwa perusahaan akan membayar hingga US$10.200 (Rp145 juta) per unit seperti yang direncanakan.
Pada tahun lalu, VW setuju mengeluarkan US$3.431 per kendaraan untuk memperbaiki perangkat lunak mobil-mobil yang terjaring kasus dieselgate.

Pertengahan tahun lalu, otoritas Jerman telah mendenda Volkswagen AG sebesar US$1,2 miliar atau setara Rp16,7 triliun atas kasus dieselgate di industri otomotif dunia. Kasus mobil diesel yang mengganjal Volkswagen AG mulai 2015 tersebar di seluruh dunia yang akhirnya mencoreng nama besar manufaktur asal Jerman tersebut.
Kasus ini diduga melibatkan sejumlah petinggi perusahaan. Skandal dieselgate bermula pada 18 September 2015. Agen Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) melaporkan bahwa VW menyematkan perangkat ilegal pada ratusan ribu mesin 2.000 cc yang dijual di Amerika Serikat sejak 2009. Perangkat pengecoh hasil emisi itu dipasang pada VW, Porsche, Audi, Seat dan Skoda.
(mik)