Petisi yang dibuat pengguna, nantinya akan muncul di News Feed pengguna lainnya. Fitur ini bisa digunakan oleh komunitas di wilayah tertentu untuk mendorong wakil mereka di dewan perwakilan untuk membuat perubahan. Petisi juga bisa digunakan untuk menekan politisi dan birokrat atas agenda yang mereka buat.
"Community Action adalah cara bagi pengguna untuk melakukan advokasi untuk perubahan dalam komunitas mereka dan bekerjasama dengan pejabat terpilih dan lembaga pemerintah untuk menciptakan solusi," jelas juru bicara Facebook seperti dikutip CNet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Anak Muda Hilang Minat Pakai Facebook |
Facebook juga menambahkan bagian diskusi agar pembaca petisi itu bisa berkomentar dan memberikan dukungan untuk kampanye yang tengah dipetisikan. Bagian ini juga bisa digunakan untuk membuat penggalangan dana, membuat acara lewat fitur 'Facebook Event' atau memanggil anggota dewan yang relevan.
Fitur ini diluncurkan dengan algoritme yang akan mendeteksi jika petisi yang diluncurkan mengandung unsur kekerasan, rasis, atau menyerang. Facebook juga menyediakan tim pengawas dan membuat pengguna bisa melaporkan isi petisi yang dianggap melanggar aturan komunitas tersebut. Platform media sosial ini juga membatasi peserta petisi hanya pada lingkaran pertemanan terdekat dari pembuat petisi.
Lihat juga:Facebook Messenger Uji Fitur 'Dark-Mode' |
Saat ini, Facebook telah melakukan pengetesan awal untuk mengurangi kemungkinan penyalahgunaan fitur, seperti dituturkan kepada TechCrunch. Pengetesan telah dilakukan di beberapa wilayah sebelum resmi meluncur hari ini. Sebab, dikhawatirkan sistem ini bisa dipermainkan oleh kelompok tertentu agar tuntutan mereka tampak signifikan.
Kekhawatiran lain adalah terjadinya bias. Ada kemungkinan orang-orang tidak satu suara soal petisi yang pantas dan tidak. Facebook harus hati-hati menanggapi protes-protes ini agar membuat diskusi yang sehat. Ini adalah tantangan utama Facebook, sebab semua fitur positif yang mereka buat bisa dimanfaatkan untuk melakukan polarisasi dan membuat hoaks. Jika fitur ini berhasil, maka akan menjadi salah satu cara efektif agar suara pengguna didengar, seperti dilaporkan Engadget. (eks/eks)