Satelit mikro ini disiapkan untuk pertunjukan di atas langit Hiroshima awal tahun depan sebagai percobaan awal dari 'bintang jatuh' buatan. Satelit itu akan melepaskan bola-bola kecil yang bersinar terang ketika meluncur dengan cepat di atmosfer. Semua ini menjadi simulasi hujan meteor.
Satelit tersebut menumpang pada roket Epsilon-4 yang berukuran kecil, yang diluncurkan dari Pusat Ruang Angkasa Uchinoura oleh Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang (JAXA) pada Jumat pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan ALE Co. Ltd berencana untuk memberikan pertunjukkan pertama di dunia atas Hiroshima pada musim semi 2020.
Lihat juga:Lokasi Menatap Langit Penuh Bintang di Asia |
ALE mengatakan pihaknya menargetkan seluruh dunia menjadi lokasi hujan meteor buatan.
Ketika dua satelitnya berada di orbit, mereka dapat digunakan secara terpisah atau bersama-sama, dan akan diprogram untuk mengeluarkan bola di lokasi yang tepat, kecepatan, dan arah untuk menampilkan pertunjukan bagi masyarakat di bumi.
Jika semuanya berjalan dengan baik, dan langit cerah, acara 2020 bisa terlihat oleh jutaan orang, katanya.
Okajima mengatakan perusahaannya memilih Hiroshima untuk tampilan pertama karena cuaca yang baik, lanskap, dan aset budaya. Kota Jepang bagian barat bangkit dari abu setelah pemboman atom AS tahun 1945 dan menghadap ke laut Pedalaman Seto di mana gerbang mengambang Kuil Itsukushima berada.
ALE bekerja sama dengan para ilmuwan dan insinyur di universitas-universitas Jepang serta pejabat pemerintah setempat dan sponsor perusahaan.
Hingga saat ini, belum diungkapkan harga untuk hujan meteor buatan. (age)