Sebelumnya, Apple menjual iPhone SE dengan penyimpanan 32 dan 128GB seharga US$349 (Rp4,9 juta; kurs 14,220.00) dan US$449 (Rp6,3 juta). Bahkan ponsel seri lawas ini juga muncul lagi di situs Apple di bagian cuci gudang. Harganya pun dikorting menjadi US$249 (Rp3,5 juta) untuk 32 GB dan US$299 (Rp4,2 juta) untuk 128 GB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ponsel ini berspesifikasi layar retina display berukuran 4 inci, cipset Bionic A9, kamera 12 megapiksel, dan dilengkapi dengan TouchID. Saat ini penawaran cuci gudang ini baru digelontorkan untuk pasar AS saja.
Sehingga Apple mengumumkan kalau mereka memotong perkiraan pendapatan mereka kuartal ini. Ini adalah kali pertama Apple mengumkan kalau mereka tidak akan mencapai target dan mengurangi target tersebut. Langkah Apple melakukan cuci gudang ini menimbulkan spekulasi bahwa ini adalah salah satu cara Apple untuk meningkatkan pendapatan mereka yang tengah merosot.
Beberapa pelanggan berharap Apple bakal mengeluarkan iPhone SE 2, yang dikabarkan tengah dalam pengerjaan. Tapi analis Apple, Ming-Chi Kuo tahun lalu meragukan kemungkinan munculnya iPhone SE 2. Juli tahun lalu, sebuah firma penelitian menyebut kalau Apple mengabaikan rencana untuk membuat iPhone SE baru. (eks/eks)