Inovasi pada sepeda motor balap MotoGP tidak akan pernah berhenti guna meningkatkan kemampuan setiap motor dan pebalap. Terbaru adalah penggunaan CFD (computational fluid dynamics).
Hadirnya CFD bentuk dari ketidakpuasan mekanik dan tim balap pada performa motor di lintasan balap yang selama ini cuma ditopang dalam tiga kelompok utama, yaitu bagian mesin, sasis dan elektronik. Dengan CFD, tim balap berharap bisa meningkatkan kemampuan motor berdasarkan hasil analisa komputer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cara Memberlakukan Jaket Anti-air |
"Dari sisi aerodinamika, peraturan 2019 lebih ketat. Regulasi mencegah menggunakan tambahan komponen (winglet) pada fairing. Jadi tak mungkin komponen lain pada fairing," kata General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna diberitakan crash.net, Senin (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CFD merupakan perangkat lunak (software) yang mampu menganalisis aliran udara di sekitar motor. Untuk diketahui, teknologi CFD digunakan banyak bidang studi dan industri, termasuk aerodinamika dan analisis ruang angkasa, simulasi cuaca dan lainnya.
Manajer Pengembangan Arodinamika Ducati Corse Edoardo Lenoci menjelaskan bahwa pengembangan aerodinamika terbagi dalam dua kategori, yaitu pertama melalui pengetesan dan terowongan angin, dan kedua dengan simulasi komputer, yakni CFD.
Lenoci menegaskan manfaat CFD pada motor MotoGP Ducati. Ini untuk mencari tahu kekurangan gerak motor di lintasan balap yang tak bisa terbaca terowongan angin.
"Dengan menggunakan CFD, ada beberapa keuntungan, misalnya saya bisa mengetahui apa yang terjadi pada motor melalui data berdasarkan simulasi," tutup Lenoci. (mik)