Putri mengatakan pengguna harus mengganti nomor ponsel apabila ingin menggunakan layanan WhatsApp lagi. WhatsApp bisa mengetahui akun spam ini lewat laporan di layanan atau call center anti hoaks.
"Tidak ( akun WhatsApp tidak bisa balik lagi). Sudah dihapus, hilang nomornya tidak bisa dipakai WhatsAppnya lagi," ujar Putri di kantor Komenkominfo, Senin (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada jumlahnya, karena kalau di Indonesia sudah ada hotlinenya baru bisa terlacak berapa banyak. Kita masih explore, tapi kalau di take down akun-akun yang dilaporkan," kata Putri.
"Di Indonesia mitra lokal kita ada lima. Kami sedang diskusi dan eksplorasi dengan mereka untuk buat hotline hoaks di Indonesia. Sejauh ini kami sudah berdiskusi dengan Mafindo," ujar Putri.
"Jadi kalau berita palsu di WhatsApp dikirim ke call center, nanti pihak ketiga akan fact check. Kalau mereka sudah dapat yang benar, mereka akan share lagi ke yang lain," kata Putri. (jnp/evn)