Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengakui pihaknya bekerja sama dengan Facebook untuk menjaga integritas Pilpres 2019. Kerja sama ini telah dilakukan sejak 2018.
"Memang masih banyak yang bisa dilakukan Facebook, misalna responsnya bisa lebih cepat. Bawaslu seja tahun lalu sudah kerja sama dengan FB supaya melakukan pelatihan ke anggota Bawaslu apabila menemukan ujaran kebencian dan hoaks," ujar Fritz saat acara sosialisasi program "Election Integrity" Facebook, bilangan Menteng, Jakara Pusat, Senin (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya ada berita yang hoaks, maka akan muncul iklan atau banner yang menyebutkan misalnya berita tujuh kontainer itu hoaks. Berdasarkan perkataan Fritz dan pertanyaan Ketua KPU, jadi tau ini hoaks. Ada peran FB di timeline," tutur Fritz.
"Misalnya bilang juga jangan lupa tanggal 17 April untuk memilih di banner. Mungkin FB juga bisa buat sendiri video untuk mengajak pemilih mencoblos," ucapnya.
Merespon permintaan Bawaslu, Director, Global Politic & Government Outreach, Facebook Katie Harbath mengatakan Facebook telah menyiapkan beberapa strategi.
Facebook juga akan memberikan label pada artikel yang telah terdeteksi hoaks dan akan memberikan notifikasi ke pengguna apabila ia membagikan hoaks tersebut.
Untuk meningkatkan keikutsertaan calon pemilih, Facebook telah menyiapkan notifikasi untuk mengingatkan hari pencoblosan ke pengguna.
"Kami temukan masyarakat punya kemungkinan memilih ketika mereka tahu teman-temannya sudah memilih. Ketika teman-teman sudah memilih nanti ada klik dan update status bahwa anda sudah memilih," ujar Katie. (jnp/evn)