Director of Enterprise Payment Ovo Harianto Gunawan mengatakan pesaing terberatnya saat ini justru uang tunai. Menurutnya, saat ini sekitar 90 persen masyarakat Indonesia masih memilih menggunakan uang tunai ketimbangkan fintech.
"Ini yang mau kita coba push, baik itu melalui kolaborasi, kerja sama dengan banyak partner, pemerintah, dan lainnya yang penting kami mau memberikan sesuatu yang lebih dibandingkan kompetitor," ungkap Harianto saat ditemui di Hotel Mulia, Selasa (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangan selanjutnya adalah trust. Cash masih dominan karena semua ortang msh percaya cash. Maknya melalui kita punya strategi open ekosistem," akunya.
Sejauh ini, Ovo telah bekerja sama dengan Tokopedia, Grab yang juga bernaung di bawah Grup Lippo, merchant modern, serta 200 ibu UMKM.
"Itu [Palapa Ring] sangat penting karena infrastruktur dasar untuk digital. Karena kalau nggak ada jaringan bagaimana kita bisa melakukan apapun dengan ponsel kita," ucapnya.
Sejak berdiri pada 2017 silam hingga kini, saingan Gopay tersebut sudah tersedia di 303 kota di Indonesia dengan transaksi lebih dari Rp1 miliar.
Dari semua layanan, Harianto mengatakan e-commerce, transportasi, dan ritel menjadi penyumbang terbesar penggunaan Ovo. "Kalau setiap transaksinya berapa kami belum ada angkanya saat ini karena kami baru masuk masuk ke ekosistem dan itu berubah-berubah setiap waktu," ucapnya. (kst/evn)