Didu menjelaskan proyek Esemka 'bohong' dapat dilihat dari rekam jejak digital Esemka hingga sekarang.
"Pertama adalah satu bahwa seakan-akan teknologi Esemka sudah dimiliki semua, ternyata adalah teknologi orang lain," kata Said di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi yang paling mendasar adalah mengatakan ini sudah mobil produksi Indonesia, padahal bukan. Itu kan produksi perakitan (lain) yang dibikin oleh Esemka," ujar Said.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu pejabat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan Esemka telah mengajukan tujuh mobil untuk diuji tipe. Namun hanya satu yang lolos dengan alasan enam lainnya belum Euro 4.
Direktur Sarana Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah mengatakan mobil yang lolos adalah Garuda 1 bermesin diesel sehingga belum wajib ikut standarisasi Euro 4. Adapun kendaraan bensin Esemka yang pernah diuji tipe terdiri dari mobil penumpang, pikap kabin ganda, dan pikap bak terbuka.
Mobil itu antaranya Bima 1.3 (4×2) M/T, Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T, dan Borneo 2.7D (4×2) M/T. Mobil-mobil tersebut dikatakan bermesin bensin Euro2. (ryh/mik)