"Iya, sudah diputus kemitraan mas," kata PR Manager Grab Indonesia Dewi Nuraini kepada CNNIndonesia.com, Jumat (25/1).
Dalam keterangan resmi, Grab menyesalkan tindakan pelecehan yang dilakukan mitra pengemudi pada Jumat, (18/1) lalu. Grab mengatakan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan maupun pelecehan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grab mengatakan telah berkomunikasi dengan penumpang yang menjadi korban pelecehan. Grab mengklaim akan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang.
Kerja sama ini dilakukan agar pihak Grab bisa mendapatkan masukan untuk meningkatkan pencegahan dan penanganan kasus pelecehan seksual. Selain itu, Grab juga mengklaim telah melakukan berbagai tindakan preventif untuk mencegah kasus pelecehan.
Di antaranya adalah, melakukan seleksi yang ketat, mengembangkan fitur teknologi keselamatan yang inovatif, dan terus meningkatkan pelatihan serta edukasi bagi mitra pengemudi kami.
"Dengan demikian, keselamatan penumpang dan kualitas layanan kami diharapkan akan terus terjaga," ujar Grab.
Apabila penumpang memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan, Grab menganjurkan agar penumpang menghubungi layanan konsumen Grab di +622180648788 dan melalui fitur Help Center di aplikasi Grab. (jnp/age/age)