Kepala Subdirektorat Penyidikan Kementerian Komunikasi dan Informasi Teguh Arifiyadi menceritakan kejadian yang dialami rekannya tersebut melalui unggahan post di akun Facebook.
"Ya kejadian terjadi hari ini. Saat ini Gojek sudah menelepon untuk konfirmasi. Baru dalam tahap itu," ujar Teguh saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian dalam aplikasi Gojek Sukmono tertulis bahwa ia baru saja menyelesaikan transaksi sebesar Rp2 juta. Padahal Teguh mengatakan jumlah transaksi tidak sebesar itu.
"Padahal jumlah transaksi tadi tidak sebesar itu dan pastinya transaksi tidak pernah terjadi. Tidak ada kontrol dari pemesan Gofood untuk menyatakan makanan sudah diterima dan driver berhak atas uang pada Gopay miliknya," kata Teguh.
Teguh kemudian mengatakan Sukmono langsung menghubungi call center Gojek untuk melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya. Sukmono kemudian diminta menunggu 1x24 jam untuk menunggu kabar dari Gojek.
Pemilik akun @bilarenjani dan @sasharianti misalnya, keduanya mengeluhkan pesanan Gofood yang tak kunjung sampai dan saldo Gopay yang sudah berkurang. Tak hanya itu, harga makanan yang harus dibayarkan pemesan juga mendadak melonjak jauh di atas harga normal.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com sudah berupaya mengontak pihak Gojek namun belum mendapatkan respons. (jnp/evn)