Investasi yang digelontorkan untuk 97 startup ini senilai 1,2 triliun yuan atau setara Rp2,5 kuadriliun (kurs 2.086,75). Berdasarkan laporan konsultan Institut Riset Hurun, unicorn-unicorn ini tersebar mulai dari penyedia layanan internet untuk konsumen, e-commerce, hingga kendaraan listrik. Hurun adalah lembaga riset yang fokus pada pasar China.
Alipay memimpin pasukan unicorn ini dengan valuasi lebih dari 1 triliun yuan (Rp2 kuadriliun). Alipay adalah layanan pembayaran Alibaba, seperti dilaporkan South China Morning Post.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hurun menyebut kalau valuasi dari 18 unicorn teratas China pada 2018 bernilai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Jinri Toutiao, Kuaishou yang menyediakan aplikasi live-streaming, dan Meicai yang menyediakan jasa penjualan produk agrikultur online menjadi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan paling cepat. Mereka tumbuh empat kali lebih cepat dari unicorn lainnya.
Lihat juga:Gojek Berburu Investasi Rp28,3 Triliun |
Sequoia Capital, Tencent Holding, dan IDG adalah tiga investor utama unicorn-unicorn ini. Startup-startup bernilai US$1 miliar dolar ini kebanyakan berdomisili di Beijing, Shanghai, dan Hangzhou, lapor Bloomberg.
Total terdapat 186 unicorn yang saat ini ada di China. Jika ditotal, ratusan unicorn ini bernilai 5 triliun yuan (Rp10 kuadriliun). Bandingkan dengan total pendapatan Indonesia tahun 2018 yang hanya Rp1,8 kuadriliun. (eks/asa)